Program Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo melaksanakan Studi Kepakaran ke dua kota besar, yaitu Surabaya dan Yogyakarta, Terhitung mulai tanggal 20 hingga 25 April 2025. Rombongan di pimpin langsung oleh Direktur Program Pascasarjana Dr.Lisda van Gobel,M.PA., dan Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Misbahudin Djaba,S.AP.,M.Si.
Kegiatan ini diikuti oleh 23 mahasiswa pascasarjana dengan tujuan memperluas wawasan akademik dan memperkuat kompetensi praktis dalam bidang administrasi publik dan manajemen pemerintahan.
Kegiatan ini merupakan bagian integral dari kurikulum pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang untuk menghadirkan mahasiswa langsung ke lingkungan-lingkungan strategis, baik di instansi pemerintahan, akademisi, maupun lembaga riset yang relevan dengan bidang keilmuan administrasi.
Di Surabaya, para peserta melakukan kunjungan dan studi kepakaran di Program Magister Kebijakan Publik FISIP Universitas Airlangga dan instansi pemerintah daerah setempat. Mahasiswa mendapatkan paparan langsung dari pakar-pakar kebijakan publik dan birokrat mengenai tata kelola administrasi modern, inovasi pelayanan publik, serta tantangan dan strategi implementasi kebijakan di tingkat daerah.
Sementara itu, di Yogyakarta, mahasiswa berkesempatan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan beberapa lembaga pemerintahan daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Materi yang didiskusikan mencakup transformasi birokrasi, peran teknologi dalam administrasi publik, serta sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung reformasi tata kelola pemerintahan.
Direktur Program Pascasarjana UNBITA, Dr. Lisda Van Gobel, M.PA, yang turut mendampingi mahasiswa dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa studi kepakaran ini tidak hanya menjadi ajang observasi lapangan, tetapi juga sarana membangun jejaring akademik dan profesional yang sangat penting untuk pengembangan karier mahasiswa.
“Melalui studi kepakaran ini, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kampus diterapkan dalam praktik di institusi-institusi besar seperti UNAIR dan UGM. Ini akan memperkaya perspektif mereka dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan administrasi publik ke depan,” ujarnya.
Para mahasiswa mengaku sangat antusias dan mendapatkan banyak inspirasi dari kegiatan ini. Selain memperluas cakrawala keilmuan, mereka juga memperoleh pengalaman berharga dalam berinteraksi langsung dengan para akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan.
Kegiatan ini akan ditutup dengan refleksi bersama serta penyusunan laporan kegiatan yang menjadi bagian dari penilaian akademik. Studi kepakaran ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wujud komitmen UNBITA dalam mencetak lulusan magister yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap dinamika administrasi publik nasional maupun global.