GORONTALO – Program Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menyelenggarakan kuliah perdana bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan XXXVIII yang diikuti oleh 40 mahasiswa. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran di jenjang magister sekaligus memperdalam wawasan akademik yang relevan dengan pengalaman dan bidang pekerjaan masing-masing.
Pelaksanaan kuliah perdana secara luring atau tatap muka memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan pemateri, berdiskusi, serta memperdalam pemahaman terhadap materi yang disampaikan. Melalui proses pembelajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman profesional yang telah dimiliki, sehingga dapat menunjang pengembangan kompetensi di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau merupakan salah satu jalur pendidikan tinggi yang memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal, nonformal, informal, dan/atau pengalaman kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui program ini, pengalaman dan kompetensi yang telah dimiliki mahasiswa menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Kuliah perdana Angkatan XXXVIII ini diikuti oleh mahasiswa dengan latar belakang yang beragam, termasuk aparatur pemerintahan yang ingin meningkatkan kapasitas akademik dan profesionalnya. Keberagaman latar belakang tersebut diharapkan dapat memperkaya diskusi selama perkuliahan, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan perspektif dalam memahami berbagai persoalan administrasi dan penyelenggaraan pelayanan publik.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut adalah Wakil Bupati Pohuwato. Ia menyampaikan tanggapan positif terhadap materi yang diberikan dan mengungkapkan ketertarikannya terhadap pembelajaran yang dinilai menarik serta bermanfaat. Ia juga merekomendasikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau kepala dinas di Kabupaten Pohuwato yang belum menempuh pendidikan magister untuk melanjutkan studi S2 di UNBITA Gorontalo.
Selain itu, ia berharap sosialisasi program Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana UNBITA dapat kembali dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato dengan melibatkan para kepala OPD. Harapan tersebut menjadi salah satu dorongan untuk memperluas informasi mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi bagi aparatur pemerintahan daerah.
Melalui penyelenggaraan kuliah perdana ini, Pascasarjana UNBITA Gorontalo terus mendorong terciptanya proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan kemampuan analitis dan penerapan ilmu dalam praktik profesional. Pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam proses diskusi dan pembelajaran selama menempuh pendidikan.
Dengan dimulainya perkuliahan RPL Angkatan XXXVIII yang diikuti 40 mahasiswa, Program Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana UNBITA Gorontalo berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani proses akademik dengan baik, mengembangkan kompetensi, serta memberikan kontribusi positif bagi institusi, lingkungan kerja, dan masyarakat.