Gorontalo - Program Pascasarjana Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menggelar Seminar Studi Kepakaran sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas akademik dan meningkatkan kualitas lulusan. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Pascasarjana UNBITA ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, dosen, serta tamu undangan dari instansi pemerintahan dan mitra akademik.
Seminar ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian pembelajaran mahasiswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan analisis, memperluas wawasan keilmuan, dan memahami penerapan teori dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan berbagai persoalan administrasi dan kebijakan publik.
Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian studi kepakaran luar kampus yang sebelumnya telah dilaksanakan di Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada. Pengalaman akademik yang diperoleh selama kunjungan ke kedua perguruan tinggi tersebut kemudian diolah menjadi bahan kajian dan dipresentasikan dalam forum seminar sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa atas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Seminar dibuka secara resmi oleh Direktur Program Pascasarjana UNBITA, Dr. Lisda Van Gobel, M.PA. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa, terutama dalam menghubungkan teori administrasi dengan praktik nyata di lapangan.
“Seminar ini bukan hanya forum presentasi, tetapi juga ajang pembuktian bahwa mahasiswa mampu menganalisis dan mengevaluasi hasil kunjungan lapangan dengan pendekatan keilmuan yang sistematis. Ini penting untuk mencetak lulusan magister yang siap bersaing di ranah akademik maupun profesional,” ujarnya.
Melalui seminar ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan hasil pengamatan, pengalaman, serta pemahaman yang didapatkan selama mengikuti studi kepakaran. Proses tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengasah kemampuan menyusun argumentasi ilmiah, mengomunikasikan hasil kajian, dan mempertanggungjawabkan temuan berdasarkan perspektif keilmuan administrasi dan kebijakan publik. Dalam sesi pemaparan, mahasiswa mempresentasikan makalah dan laporan hasil studi kepakaran yang mencakup sejumlah isu strategis, di antaranya tata kelola pemerintahan berbasis digital, peran perguruan tinggi dalam mendukung reformasi birokrasi, serta sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam perumusan kebijakan publik. Berbagai topik tersebut menjadi bahan pembahasan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pengembangan kebijakan publik.
Setiap presentasi mendapatkan tanggapan dari dosen penguji, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi akademik. Melalui proses ini, mahasiswa memperoleh masukan terhadap hasil kajian yang disampaikan sekaligus kesempatan untuk memperjelas argumentasi dan memperluas sudut pandang terhadap persoalan yang dibahas. Interaksi tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi akademik yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, sistematis, dan objektif.
Selain pemaparan mahasiswa, seminar ini juga menghadirkan narasumber eksternal dari instansi pemerintah daerah. Kehadiran narasumber tersebut memberikan perspektif tambahan dalam membandingkan hasil studi kepakaran dengan realitas pelaksanaan kebijakan di tingkat lokal. Dengan demikian, pembahasan yang berlangsung tidak hanya bertumpu pada pemahaman konseptual, tetapi juga mempertimbangkan dinamika dan tantangan yang dihadapi dalam praktik administrasi pemerintahan.
Pertukaran pandangan antara mahasiswa, dosen, dan narasumber turut memperkaya pembahasan mengenai hubungan antara dunia akademik dan praktik pemerintahan. Forum ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk memahami pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam mendukung pengembangan pengetahuan serta perumusan kebijakan publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta serta refleksi akademik bersama sebagai bagian dari evaluasi proses pembelajaran. Melalui refleksi tersebut, pengalaman selama studi kepakaran dan pelaksanaan seminar menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan akademik dan profesional.
Penyelenggaraan Seminar Studi Kepakaran ini menegaskan komitmen Program Pascasarjana UNBITA Gorontalo dalam menghadirkan proses pembelajaran yang mendorong pengembangan wawasan, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap praktik administrasi publik. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terbentuknya lulusan magister yang kritis, inovatif, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan perumusan kebijakan publik.